Hukum Wukuf Pada Hari Yang Masih Di Perselisihkan

HUKUM WUQUF PADA HARI YANG MASIH DI PERSELISIHKAN 

     Salah satu rukun haji adalah wukuf di arafah pada tanggal 9 dzulhijah, rukun ini pula yang membedakan antara haji dan umroh, lalu bagaimana hukum jika hari arafah ( 9 dzulhijah ) masih di perselisihkan ? 
Berdasarkan sabda nabi Muhammad  ﷺ

    رَوَتْ عَائِشَةُ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ " فطركم يوم تفطرون وأضحاكم يوم تضحون وعرفتكم يوم تعرفون
   Artinya : Di riwayatkan dari Sayidah Aisyah R.A. sesungguhnya nabi Muhammad ﷺ bersabda : “ (idhul) fitrimu adalah pada hari kalian semua berbuka, dan (idhul) adhamu adalah dimana hari kalian semua menyembelih qurban dan hari arafah kalian adalah hari dimana kalian wukuf di arafah ”. 


 قَالَ سَهْلُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ التُّسْتَرِيُّ: ‌أَطِيعُوا ‌السُّلْطَانَ ‌فِي ‌سَبْعَةٍ: ضَرْبِ الدَّرَاهِمِ وَالدَّنَانِيرِ، وَالْمَكَايِيلِ وَالْأَوْزَانِ، وَالْأَحْكَامِ وَالْحَجِّ وَالْجُمُعَةِ وَالْعِيدَيْنِ وَالْجِهَادِ. 

 Artinya : Sahal bin Abdullah At- tusturi berkata : Ta’atlah pada pemimpin pada 7 perkara : mata uang, alat timbang, hukum, haji, jum’at, 2 hari raya, dan jihad. 

 Kesimpulan : Hari dimana dilaksanakan wuquf di arafah adalah hari dimana pemerintah menentukan kapan terjadi tanggal 9 dzulhijah. Kalaupun ada kekeliruan dalam praduga ijtihad yang di lakukan pemerintah, Imam Nawawi berkata pada majmu’nya : “ berkata ashab kita, ketika muslimin salah perkiraan dengan jarak 2 hari dalam melakukan wuquf, yaitu pada tanggal 7 atau 11, maka wuqufnya tidak sah, jika keliru pada tgl 10 dzulhijah maka hukumnya sah, Adapun ketika keliru pada tanggal 8 yang paling shohih menurut kami adalah tidak sah. والله أعلم

قَالَ أَصْحَابُنَا.....وَإِنْ غَلِطُوا فِي الزَّمَانِ بِيَوْمَيْنِ بِأَنْ وَقَفُوا فِي السَّابِعِ أَوْ الْحَادِيَ عَشَرَ لَمْ يُجْزِهِمْ بِلَا خِلَافٍ لِتَفْرِيطِهِمْ وَإِنْ غَلِطُوا بِيَوْمٍ وَاحِدٍ فَوَقَفُوا فِي الْيَوْمِ الْعَاشِرِ مِنْ ذِي الْحِجَّةِ أَجْزَأَهُمْ وَتَمَّ حَجُّهُمْ وَلَا قَضَاءَ

فِي مَذَاهِبِ الْعُلَمَاءِ فِي الْغَلَطِ فِي الْوُقُوفِ
* اتَّفَقُوا عَلَى أَنَّهُمْ إذَا غَلِطُوا فَوَقَفُوا فِي الْعَاشِرِ وَهُمْ جَمْعٌ كَثِيرٌ عَلَى الْعَادَةِ أَجْزَأَهُمْ وَإِنْ وَقَفُوا فِي الثَّامِنِ فَالْأَصَحُّ عِنْدَنَا لَا يُجْزِئُهُمْ وَبِهِ قَالَ أَبُوحَنِيفَةَ وَأَصْحَابُهُ

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Laki-laki Yang Baik Akan Memperoleh Pasangan Wanita Yang Baik Pula

Sholatnya Musafir

HUKUM ANAK SILANGAN