Laki-laki Yang Baik Akan Memperoleh Pasangan Wanita Yang Baik Pula
👨 : cik, nganggur gak ?
🧑 : Iya cuk nganggur, ada apa ?
👨 : Hehehe mau tanya cik, benar ndak kalo kitanya baik jodoh kita juga akan baik, begitu sebaliknya ketika kita buruk jodoh kita juga akan buruk, seperti firman Allah :
.An-Nur[26] :
اَلْخَبِيْثٰتُ لِلْخَبِيْثِيْنَ وَالْخَبِيْثُوْنَ لِلْخَبِيْثٰتِۚ وَالطَّيِّبٰتُ لِلطَّيِّبِيْنَ وَالطَّيِّبُوْنَ لِلطَّيِّبٰتِۚ اُولٰۤىِٕكَ مُبَرَّءُوْنَ مِمَّا يَقُوْلُوْنَۗ لَهُمْ مَّغْفِرَةٌ وَّرِزْقٌ كَرِيْمٌ
🧑 : Owh gini cuk, kalo meruju' kitab tafsir jalalain
Kurang lebih maknanya seperti ini, “ perempuan dan ucapan-ucapan yang buruk itu pantas bagi laki-laki yang buruk, begitu pula sebaliknya, perempuan dan ucapan-ucapan yang baik itu pantas bagi laki-laki yang baik, begitu pula sebaliknya. Mereka yaitu sayidah Aisyah dan Sofwan bersih dan bebas dari apa yang orang-orang munafik tuduhkan”.
Sebab turunnya ayat ini adalah pembebasan bagi sayidah Aisyah atas fitnah orang munafik kepadanya.
Di dalam ayat ini sebetulnya ada 2 ta'wil yang telah di ringkas pada tafsir jalalain.
1. Ta'wil Pertama : “ucapan dan perbuatan yang buruk pantas bagi orang-orang yang buruk, begitu pula sebaliknya, Dan ucapan dan perbuatan yang baik pantas bagi orang-orang yang baik pula, begitu pula sebaliknya”.
Ta'wil ini adalah ucapan ibn Abas, mujahid, dan Sa'ad bin Jabir.
2. Ta'wil kedua : “perempuan-perempuan buruk pantas bagi laki-laki yang buruk, begitu pula sebaliknya, dan perempuan yang baik pantas bagi laki-laki baik pula, ayat ini turun sebagai pembebasan dari Allah untuk Sayidah Aisyah atas kebohongan/fitnah yang di katakan oleh orang-orang munafik”.
Abdullah ibn ubay adalah orang yang buruk, dan pantas bagi dia perempuan yang buruk, sedangkan Rasulullah adalah orang yang mulia maka pantas jika ia mendapat perempuan yang mulia, dan sayidah Aisyah adalah orang yang mulia.
Ta'wil ini adalah ucapan ibn Zaid ( Abdurrahman bin Zaid bin Aslam ).
👨 : Owalah gitu to cik, tapi kok terasa aneh ya.
🧑 : Aneh gimana cuk.
👨 : Nabi nuh dan Luth itu kan laki-laki mulia tapi kenapa istrinya tidak, sedangkan Fir'aun kan laki-laki yang buruk kenapa mendapat asiyah yang baik ?.
🧑 : Owh, kalau soal itu begini cuk, ada ulama' yang mengatakan لكل قاعدة شواذ ( setiap kaidah pasti ada pengecualiannya ), secara umum manusia memiliki kecondongan untuk bersama dan membersamai manusia lain yang memiliki kesamaan dengannya. Ini disebabkan karena jiwa manusia selalu cenderung mencari temannya, dan tidak senang bersama lawannya. Maka wajar jika kadangkala seseorang merasa tidak nyaman ketika bersama dengan orang-orang yang memiliki kebiasaan atau kesukaan berbeda.
Adapun pasangan nabi Nuh dan Fir'aun tidak bisa membatalkan kaidah, karena masuk pada pengecualian.
👨 : Owh gitu to, baru ngeeeh saya cik, makasih ya cik, aku tak berhijrah menjadi lebih baik dulu, biar nanti istriku juga adalah orang baik, dan cantik tentunya.
🧑 : Hahahaha kalo baik mungkin kamu masih bisa mengusahakan, tapi lek ganteng kok kelihatannya tidak memungkinkan.
👨 : Hembzzzzz.
Bojonegoro, 9 Mei 2022.

Komentar
Posting Komentar